Kategori: Travel

Syarat Terbaru Naik Pesawat Tidak Perlu PCR


Pemerintah telah melonggarkan persyaratan untuk penumpang yang melakukan perjalanan penerbangan naik pesawat terbang. Sebelumnya setiap penumpang yang melakukan perjalanan penerbangan naik pesawat terbang wajib dilakukan tes PCR, tetapi sekarang telah dilonggarkan bagi para penumpang yang sudah Vaksin Dosis Kedua cukup hanya melakukan tes Antigen saja.

Kebijakan pemerintah terkait syarat perjalanan dalam hal ini penerbangan naik pesawat terbang tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 22 Tahun 2021 Tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri Pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Surat Edaran ini berlaku efektif mulai tanggal 2 November 2021.

Maksud Surat Edaran ini adalah untuk menerapkan Protokol Kesehatan terhadap pelaku perjalanan dalam negeri. Tujuan Surat Edaran ini adalah untuk melakukan pemantauan, pengendalian dan evaluasi dalam rangka mencegah terjadinya peningkatan penularan Corono Virus Desease 2019 (COVID-19). Ruang lingkup Surat Edaran ini adalah protokol kesehatan terhadap Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) yang menggunakan seluruh moda transportasi di seluruh wilayah Indonesia.

Perjalanan orang dalam negeri adalah pergerakan orang dari satu daerah ke daerah lainnya berdasarkan batas wilayah administrasi provinsi/kabupaten/kota dengan menggunakan moda transportasi pribadi maupun umum baik melalui jalur darat, perkeretaapian, laut, sungai, danau, penyeberangan, dan udara, terkecuali pada pelaku perjalanan penerbangan perintis, dan transportasi laut ke pulau kecil.

Dalam Point F bagian 3c Surat Edaran tersebut ditentukan:

  • c.   Pelaku perjalanan jarak jauh dengan moda tranportasi udara dari dan ke daerah di wilayah Pulau Jawa dan Pulau Bali serta perjalanan antar/kabupaten atau antarkota di dalam wilayah Pulau Jawa dan Pulau Bali wajib menunjukkan persyaratan sebagai berikut:
  • i.    Kartu vaksin (minimal vaksinasi dosis pertama) dan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan, atau
  • ii.   Kartu vaksin (vaksinasi dosis kedua) dan surat keterangan hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan.

Dalam Point F bagian 3d Surat Edaran tersebut ditentukan

  • d.   Pelaku perjalanan jarak jauh dengan moda transportasi udara antarkabupaten atau antarkota di luar wilayah Pulau Jawa dan Pulau Bali wajib menunjukkan kartu vaksin (minimal vaksinasi dosis pertama) dan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3 x 24 jam atau hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan.

Dari ketentuan di atas dapat dipahami bahwa setiap pelaku perjalanan naik pesawat terbang dari atau ke Pulau Jawa/Bali tidak perlu melakukan tes PCR tetapi cukup hanya melakukan Tes Antigen yang berlaku 1 x 24 jam apabila sudah vaksin dosis kedua, namun bagi pelaku perjalanan yang masih vaksin dosis pertama tetap harus melakukan tes PCR sebagai peryaratan perjalanan.

Sedangkan untuk pelaku perjalanan naik pesawat antardaerah diluar Pulau Jawa/Bali yang sudah vaksin dosis pertama dapat menggunakan tes Antigen yang berlaku 1×24 jam atau menggunakan tes RT-PCR yang berlaku 3×24 jam.

Selain ketentuan di atas tentu juga setiap individu yang melaksanakan perjalanan orang wajib menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumuman, serta mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan handsanitizer.

Referensi

Surat Edaran Nomor 22 Tahun 2021 Tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri Pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).